Download IGNOU BCA Study Materials Books New Revised

IGNOU Political Science Materials in PDF Upsc Materials

`READ DOWNLOAD ⇨ Selendang Pelangi ↽ PDF eBook or Kindle ePUB free

Ngefans sama Medy Loekito deh. Selendang Pelangi, Selendang PuisiPuisi lahir dari sepi Dan kita tak pernah bertanya untuk apa Seperti bunga mawar yang tak pernah ditanya untuk apa dia ada Bunga mawar ada begitu saja tanpa kenapa Tidak selamanya dalam hidup ada hal hal yang bisa ditanya untuk apa, apa maksudnya, atau untuk tujuan apa Tidak semua hal harus penting sebagaimana tidak semua harus ada apa atau kenapa mengapa Mereka yang terlalu serius menjalani hidup dengan tekanan rutinitas yang padat dan terlalu tegang biasanya sulit menikmati puisi, apalagi memahaminya Maka mungkin untuk itulah buku seperti ini ada Selendang Pelangi , judulnya Kumpulan puisi isinya Karya 17 penyair perempuan Indonesia Kenapa hanya 17 Bisa jadi pertanyaan ini tidak terlalu penting Kalau pun misalnya hanya 10, maka orang bisa bertanya pula, kenapa hanya 10 Tapi kalau pun terpaksa mau dikaitkan dan dicarikan jawabannya, mungkin sengaja dipilih 17 penyair karena angka 17 adalah angka keramat atau semacam nomor cantik di negeri ini Dan bukan kebetulan pula jika kata cantik juga identik dengan kaum perempuan Jadi kenapa 17 Sangat boleh jadi karena dikaitkan dengan hari kemerdekaan negeri ini yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus Kenapa pula judulnya Selendang Pelangi Kombinasi dua kata Selendang dan Pelangi memang membentuk nama yang indah Rasanya seseorang memang harus terlahir sebagai orang Indonesia untuk memahami betul arti kata ini Judul Selendang Pelangi tentu dipilih bukan tanpa alasan atau kebetulan Seperti yang ditulis di sampul belakang dan di pengantar buku ini, selendang adalah atribut perempuan Indonesia yang bisa dipakai untuk menggendong anak kecil sambil mengerjakan pekerjaan rumah, atau membawa jamu gendong untuk dijajakan, membawakan makan untuk suami di sawah, lalu menjadi pelengkap busana resmi pada resepsi di istana Atau melengkapi gemulai sutra yang melambai menghias pundak selebriti di berbagai acara gemerlap Selendang adalah pelindung terhadap cuaca tetapi pula terhadap tatapan liar para pria Selendang dalam berbagai bahan, kasar atau halus, sederhana atau mewah, jelas berdaya guna Pelangi di langit adalah lambang harapan dan menghibur kemurungan hati Permainan antara cahaya matahari dan berjuta juta prisma titik air menghasilkan lengkungan luas berbagai warna lembut di langit Tepat kiranya buku ini dinamai Selendang Pelangi karena memuat karya 17 penyair perempuan dengan corak dan warnanya masing masing.Dengan 320 halaman dan lebih dari 200 puisi, buku ini bisa dibilang cukup tebal untuk ukuran buku puisi Dan puisi puisinya pun cukup bagus, menghimpun sejumlah karya dari nama nama seperti Isma Sawitri, Toety Heraty, Cok Sawitri, Oka Rusmini, Dorothea Rosa Herliany, Rayani Sriwidodo, Medy Loekito, dan sejumah penyair muda perempuan Selain bertema perempuan, tema tema puisi di dalamnya pun cukup beragam dan memikat kesadaran Ada tentang cinta, tentang Jakarta, alam, pengalaman hidup, kemanusiaan dan banyak lagi Dan hati siapa pula yang takkan meleleh, berbunga bunga, bila menerima puisi berikut ini dari sang pujaan hati MimpiHidup adalah bagian terbaik dari matiDan kau adalah bagian terbaik dari mimpiIsma Sawitri, h 38 Terkadang puisi singkat yang lahir dari sepi bisa membuat kita tertegun tanpa kata Seperti yang berikut ini Adalah AdalahBatin heningdi tengah hingarduniawiPerjalanan adalah perhentian tiada hentiperhentianadalah perjalanan itu sendiriRayani Sriwidodo h 76 Di bagian lain ada puisi yang bisa membuat kita tersenyum tulus Ada yang Kucinta Pada Jakarta Kali pasir, kali multi gunaAnugrah khas kota bagi warga tercintaLihatlah di hilirSeseorang bersuit ria ke arah gadis itu Sialan, sergah si gadis Lagi ngeden sempat sempatnya naksir gueRayani Sriwidodo, h 83 Dan melalui puisi akhirnya kita juga tau, meski kematian selalu datang menjemput, perempuan selalu melahirkan kehidupan Mereka berjuang tanpa henti melawan kodrat alam itu Mereka tau akan kalah, tapi mereka tetap berjuang Dan itulah keberanian sejati Seperti yang ditulis Cok Sawitri di h 148 Mereka yang berperang itu perempuan, tuanku Kematian luruh seperti daun, para perempuan ituberkata dalam kegelapan kami adalah cahaya Pandasurya, Okt 09 a gift my first poetry book Kata BurungSayalah si terbang bebas di angkasauntuk temukan diriterikat gravitasiSementara yang berpijakyang tak kunjung maklummasih saja ingin menjadi burung Rayani Sriwidodo, 1985 makasih Panda buat bukunya, dan diskusi2 menarik ketika menjelajahi isi buku ini. Terkadang puisi hanya memberikan arti yang dipahami oleh penulisnya sendiri Membaca buku ini di keheningan malam akan mengubah diriku yang penceria menjadi sedikit mellow..Dari karya2 tersebut saya paling suka karya2 Cok Sawitri yang sederhana, namun bermakna dalam, seperti dalam kehidupan sehari2, perasaan sehari2, dan tentang memahami hidup Selain itu, karya Toety Heraty juga sangat kuat rasa keperempuanannya, juga dengan puisi2 bertema Jakarta. Ada bagian2 dimana saya merasa ditampar, karena seringkali menganggap hidup ini hanyalah permainan belaka, karena belum satu gelombang menghancurkan saya, walau saya tidak ingin itu terjadi Penjelajahan, kebebasan, banyak diserukan disini Tidak menyitir dari sisi feminis, lebih pada kata2 yang halus sehingga tidak sadar agak tersindir. euleuh. nyarinya susah ga ya baca online nya sih bisa Selendang Pelangi, judulnya selendang, salah satu jati diri perempuan, dan pelangi, yang berwarnawarni seperti kehidupan kami, perempuan 17 penyair perempuan dengan talenta luar biasa membayangi 3 hari saya, menekan seluruh ego untuk sejenak membaca barisbaris kata yang mungkin saja adalah kenangan masa lalu mereka, atau sekadar harapan tentang masa depan yang belum tentu ada ada kesesakan, ada kisah asmara yang usai bahkan sebelum dimulai, dan ada banyak cerita tentang perempuan yang mungkin terlupa oleh banyak orang antalogi yang menarik, membuat saya tergiur untuk menulis baitbait lagi selalu begitu, kadang rindu memang harus dipancing dahulu. Kapan ya bisa seperti mereka Mungkin aku harus berterima kasih sama mbak Indri dan Panda, karena gara gara mereka berdua, aku tau buku ini ada hadeeh, selama ini kemana saja nduk Buku yang mungkin susah susah gampang didapat, mengingat aku sudah keliling toko buku ternama di Surabaya, niat pisan cari buku ini, tetap gak dapat Eh, malah dapat di emperan pinggir jalan Wah, betapa beruntungnya Emang sih bukan di kota Surabaya DBuku kumpulan puisi dari 17 penyair perempuan Indonesia yang memiliki corak dan warna masing masing Berdasarkan kata pengantar dari buku ini, puisi yang disajikan terbagi menjadi 3 ruang Ruang pertama beraspirasi kesetaraan Ruang kedua beralih orientasi pada perbedaan Ruang ketiga feminisme dalam konteks globalitas Ruang tiga ini dengan segala sebutan baru tetap pula masih melanjutkan isu isu ruang pertama dan kedua.Membaca puisi ini benar benar menyihirku untuk terus terpaku dan membacanya Rangkaian kata yang tak harus berirama tapi menghasilkan deretan kata yang indah.Aku sangat suka dengan puisi Cok Sawitri yang sangat sederhana namun mengena dan kurang suka dengan puisi Oka Rusmini.Beberapa bagian dalam puisi ini bisa dibilang merupakan representasi hati uhuk Seperti puisi ini, ingin rasanya kukirimkan padamu Aku Ingin Melukismu hal.183aku ingin melukis wajahmu yang temaramdengan kuasku yang menggeletar rindudi kanvas langit yang memerahakan kubingkai dengan mega senjadan kugantungkan di dinding redup bumiaku ingin melukis wajahmu yang memijardengan kuasku yang menggelepar rindudi kanvas bumi yang berembunakan kubingkai dengan bias pagidan kupampangkan di bentangan biru langitaku ingin melukismudi kanvas hatikuNenden Lilis A 1993 atau yang ini, Warna hal.271Aku masih memintal bayang senyummuberenda renda, bersulam sulam, bermanik manikdan payetnya mengilau di permukaan selendangalangkah manis lenggak lenggokku pagi inibermandi cahayadi kedalaman sukma yang sedang berdendang senangtak ada yang bisa menebak warna warni selendang itubirukah, merahkah, ungukahkarena warna telah menjadi milikku sendiriseperti mandolin yang terpetik di bilik hatitak satupun mendengar dawainya bergetarhanya nada, hanya alunannya membahanaAku masih mengintai langkah seksimusambil mebayangkan suatu saat kau milikkuselamanya Shantined Peringatan mambaca puisi ini bisa menambah galau di hati menulis rifiu sambil kedinginan di kantor `READ DOWNLOAD ⇶ Selendang Pelangi ☠ Kumpulan Puisi Dari Para Penyair Indonesia Yang MewakiliGenerasi Mereka Adalah Isma Sawitri, Poppy D Hutagalung, Rayani Sriwidodo, Toeti Heraty Abidah El Khalieqi, Anil Hukma, Cok Sawitri, Dorothea Rosa Herliany, Medy Loekito, Nenden Lilis A Oka Rusmini, Sirikit Syah, Dina Octaviani, Nur Wahida, Shantinned, Shinta Febriany, Putu Vivi Lestari Editor Dan Kata Pengantar Oleh Toeti Heraty